Penemuan bakteri E coli rusak citra air minum isi ulang

19 Januari 2009

Sejak hadirnya belasan tahun yang lalu,usaha air minum isi ulang berkali kali diterpa issue yang merugikan,apalagi kalau bukan issue tercemar bakteri E-coli.

Dinas kesehatan yang fungsinya sebagai pagar pelindung kesehatan masyarakat secara berkala mengadakan uji laboratorium dari usaha depot air minum isi ulang ini seringkali menemukan adanya bakteri E-coli dan bakteri lainnya pada sampel air minum isi ulang yang di uji. Kali ini yang di uji adalah depot air minum di wilayah Jakarta Barat, hasilnya adalah sebanyak 384 sampel dari depot air minum tercemar bakteri (Sumber : Beritajakarta.com, Tgl 07-01-09)

Saya yakin pada profesionalitas dan tanggung jawab dari Dinas Kesehatan akan kebenaran hasil uji sampel tsb. Dan sudah menjadi kewajiban pada masyarakat luas untuk menyebarkan informasi temuan tsb kepada publik agar berhati hati mengkonsumsi air minum isi ulang. Dan wajar saja kalau Dinas kesehatan menyarankan untuk merebus terlebih dahulu sebelum diminum.

Saya hanyalah salah satu pemilik depot air minum. Saya sangat hafal, setiap ada isu di media massa tentang depot air minum isi ulang tercemar bakteri, penjualan depot saya turun hingga 40 %. Hal yang sama juga dialami pengusaha depot air minum yang lain. Issue seperti ini memang sangat merugikan. Namun, yah.... mau bagaimana lagi ? Nila setitik, rusak susu sebelanga.

Yang lebih parah lagi adalah jika berita air isi ulang tercemar bakteri DIMANFAATKAN oleh pemilik pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) pemilik merk terkenal dan memiliki dana yang besar untuk mengemas issue ini dalam bentuk iklan di TV untuk melariskan dagangannya seperti yang sudah sudah. Banyak pemilik depot yang geram melihat iklan di TV tsb hingga menimbulkan serangan balik pada masyarakat - melalui mulut ke mulut - bahwa air dalam kemasan pada iklan TV tsb juga tidak steril dengan menunjukkan berbagai bukti yang ada di lapangan. Dan biasanya, iklan dari mulut ke mulut justru lebih dipercaya daripada iklan di TV, he...he...he...

Penyebab bakteri pada air minum isi ulang

1. Penggunaan Ultraviolet (UV) yang tidak standar
Ini saya masukkan dalam urutan pertama !!!. Ultraviolet berfungsi untuk membunuh bakteri dan Virus dalam air. Banyak depot air minum isi ulang menggunakan Ultraviolet berukuran kecil (hanya sepanjang kurang lebih 30 cm) sementara air yang melewatinya sangat cepat.

Idealnya, untuk air minum isi ulang penggunaan Ultraviolet minimal adalah Type 5 GPM / lampu 30 watt dengan kecepatan laju air yang melaluinya adalah 19 liter / 1,5 menit. Maksudnya adalah jika UV anda 5 GPM / 30 watt maka untuk mengisi air 1 galon (19 Ltr) waktu yang diperlukan adalah 1,5 menit dan tidak boleh lebih cepat. Namun untuk amannya, pergunakanlah UV 8 GPM /12 GPM.

Untuk orang awam, cara mudah mengenali UV adalah dengan melihat panjang housing UV yang biasanya terbuat dari stainless.

UV 5 GPM panjangnya sekitar 50 cm - 60 cm (tergantung merk)
UV 8 GPM panjangnya sekitar 70 cm - 80 cm (tergantung merk)
UV 12 GPM panjangnya sekitar 90 cm - 100 cm (tergantung merk)

Ultraviolet harus hidup (ON) selama jam kerja. Jadi maksudnya jika jam buka depot jam 8.00 - 21.00, maka Ultraviolet dihidupkan (ON) dari jam 7.30 sampai jam 21.00 (dihidupkan 30 menit lebih awal).

Mengapa ? karena panjang gelombang / penyinaran lampu UV baru akan stabil setelah dihidupkan selama 30 menit. ( Sementara versi dari Dinas Kesehatan adalah 8 jam ).

Kesalahan umum yang sering terjadi : Ultraviolet (UV) hanya dihidupkan jika hendak mengisi galon pembeli !!!.

Mungkin niatnya adalah menghemat listrik dan memperpanjang masa pemakaian lampu UV, namun sebenarnya jika UV hanya dihidupkan jika hendak mengisi galon pembeli, selain kemungkinan bakteri tidak akan mati juga JUSTRU umur lampu UV akan pendek karena hentakan daya listrik pada saat start awal (ON).

Jangan sampai hal ini terjadi pada depot anda !!!.

Catatan : Perlu diketahui, jika anda menghidupkan UV lebih dari 1 jam sementara tidak ada pembeli yang datang, maka air PERTAMA yang keluar dari pengisian galon tsb akan hangat/panas karena tidak ada pergerakan air dalam Housing UV tsb. Namun hal tsb TIDAK APA APA dan TIDAK BERBAHAYA, karena :

- Air hangat / panas tsb hanya sebanyak 2 liter an saja
(Ingat, air 1 galon = 19 Liter)
- Air hangat / panas tsb tidak menyebabkan kerusakan pada lampu UV / perangkat lainnya karena suhu air hangat nya tidak sampai 50 Derajat Celcius, apalagi menyebabkan pipa meleleh... He...he...he...

2. Kurang memperhatikan masa penggantian filter
Filter Sedimen maupun filter media memiliki peran yang sangat vital bagi industri air minum. Terlambat membersihkan / mengganti keduanya akan menyebabkan air menjadi berasa tidak enak,berbau dan menjadi menjadi tempat yang "nyaman" bagi perkembangbiakan bakteri.
Penggantian Filter Sedimen : 3 s/d 4 bulan
Pembersihan Filter Sedimen : Tergantung tingkat kekeruhan air baku.
Cara membersihkan filter sedimen bisa dilihat disini

Penggantian pasir silika / ziolit : 1 tahun sekali
Penggantian karbon aktif : 1 tahun sekali
Pembersihan : Tergantung tingkat kekeruhan air baku
Cara membersihkan tabung filter bisa dilihat disini

3. Pemilihan air baku
Pemilihan Air baku sangat penting bagi usaha air minum. Berikut adalah peringkat kandungan bakteri dalam air baku :
1. Air sungai (tertinggi)
2. Air bor / sumur
3. Air PAM
4. Air pegunungan (terendah)
Silahkan periksa kandungan bakteri air baku anda di laboratorium. Jika terlalu tinggi maka pergunakanlah kaporit ataupun klorin tablet untuk membunuh bakteri / virus dan kuman dalam air.

Selain 3 hal diatas, berikut adalah hal hal yang harus diperhatikan :
1. Sebelum mengisi galon, cuci / bilaslah bagian dalam galon sampai bersih. Untuk mencuci 1 galon dibutuhkan kira kira 1/2 - 1 liter air. (Jangan pelit air)
2. Jangan mengisi galon air minum menggunakan selang. Lakukan pengisian galon dalam ruang pengisian.
3. Bersihkan tangki penampungan air / tandon / toren minimal 6 bulan sekali.
4. Jangan mengisi galon sambil merokok
5. Jaga kebersihan lingkungan sekitar depot.


H I M B A U A N


Bagi anda yang berencana membuka usaha air minum isi ulang, jangan patah semangat / down mendengar issue tsb, lanjutkanlah rencana anda. Justru bersyukurlah anda telah mengetahui penyebab adanya bakteri tsb lebih awal, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Khusus pemilik depot air minum, jika peralatan di depot anda belum standar, segeralah rubah /tambah /ganti sehingga berfungsi baik dan sesuai Standar Departemen Kesehatan. Karena usaha air minum isi ulang satu sama lain adalah satu kesatuan. Jangan sampai Nila setitik, rusak susu sebelanga.

Bagi masyarakat luas pelanggan air minum isi ulang, jangan resah dengan penemuan bakteri E-coli tsb. Ketahuilah bahwa masing masing depot tsb adalah TIDAK SAMA dan TIDAK SEMUA DEPOT AIR MINUM JELEK DAN TERCEMAR BAKTERI. Masih sangat banyak Depot air minum isi ulang yang BERKUALITAS, SEHAT, AMAN dan STERIL.

Jika anda dan keluarga telah berlangganan air minum isi ulang pada suatu depot dan TIDAK PERNAH mengalami masalah baik dalam rasa, kejernihan ataupun gangguan kesehatan, maka TERUSLAH BERLANGGANAN dengan Depot tsb.


Jika ada yang kurang jelas silahkan langsung menghubungi saya di
0813 50047073 ( Muhammad Yusuf )


***** Semoga bermanfaat*****





Baca juga
16 Juli 2016
Keuntungan Buka Usaha Air isi Ulang Saat Belum Ada Pesaing
Apa saja keuntungannya...?

9 Juni 2016
Cara Mengatur Jadwal Buka Depot Saat Ramadhan
Jadwal berbeda dari hari biasa...

18 Mei 2016
Jual Galon Kosong Baru Untuk Depot Air Isi Ulang
Galon PC dan PET isi 19 Liter

Pembayaran

Customer Services

  •  081350047073
  •  081350636999
  •  081350047073

Tentang Kami

CV. ZAMZAM
Jl. Wonosari RT 24 N0. 15
Balikpapan (Kalimantan Timur)