SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk Air Minum

8 Februari 2009

SNI (Standar Nasional Indonesia) adalah satu satunya Standar yang berlaku secara Nasional di Indonesia. SNI ditetapkan oleh panitia tehnis yang ditetapkan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional)

Terus terang saya agak kesulitan menulis secara detail dan panjang lebar tentang SNI ini karena ruang lingkupnya sangat bersifat tehnis karena meliputi acuan normatif, istilah dan definisi, syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, higiene, pengemasan dan syarat penandaan untuk Air Minum Dalam Kemasan ( Jika saya tulis semua, saya yakin anda akan bosan membacanya sampai selesai, he...he..he...)

Saya hanya akan membahas tentang SNI untuk Air Minum Dalam Kemasan (Pabrik)

Coba anda perhatikan tulisan pada galon air minum produksi pabrik, pada label biasanya tertulis no SNI 01-3553-1996. Apa artinya ini ? Ini berarti bahwa pabrik tsb telah mengurus izin SNI dan telah berhak mencantumkan kode SNI tsb pada label. Untuk biaya pengurusan SNI nya saja adalah sekitar Rp 30 juta. Sebelum dikeluarkannya izin SNI, pabrik akan dikunjungi / ditinjau langsung oleh team yang beranggotakan beberapa orang untuk melihat secara langsung peralatan pabrik tsb. Salah satu persyaratan untuk dikeluarkannya SNI adalah pabrik tsb harus memiliki peralatan laboratorium sendiri. Pada umumnya, izin SNI akan selesai antara 3 s/d 6 bulan, kadang kadang lebih dari 6 bulan.....

Sekarang mari kita beralih ke depot air minum isi ulang.....

Saya ingin memberi pemahaman yang benar kepada anda tentang SNI (Standar Nasional Indonesia) ini.

Pada suatu ketika ada seorang ibu menelepon saya dari luar pulau dan mengutarakan niatnya untuk membuka Depot air minum isi ulang. Setelah menanyakan harga paket,dll, sang ibu tsb menanyakan apakah sudah termasuk Izin SNI nya ?. Saya sempat terkejut akan pertanyaan ibu tsb. Saya kemudian menjelaskan bahwa izin SNI hanya dimiliki oleh pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan bukan depot air minum isi ulang. Bayangkan saja, biaya pengurusan SNI nya saja sekitar 30 an Juta dan sederetan persyaratan yang lain. Ibu tsb kemudian menjelaskan bahwa telah mendapatkan paket harga depot air minum dari Agen pemasang lain yang si Agen tsb mencantumkan harga Paket depot air minum isi ulang berstandar SNI Rp sekian juta saja (dibawah 40 Juta). Saya kemudian menjawab ya sah sah saja orang memasang iklan dengan bahasa seperti itu, namanya saja orang jualan, walaupun sebenarnya mengecoh pembeli yang nota bene awam. He...he...he....

Perizinan SNI hanya diwajibkan bagi Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan bukan depot air minum isi ulang. Untuk depot air minum hanya diwajibkan secara berkala (per 3 bulan) untuk memeriksakan ke Dinas Kesehatan setempat. Namun saya sering menemukan depot air minum - walaupun tidak ber SNI - namun kualitasnya sama (bahkan ada yang melebihi) dari air minum produksi pabrik !!!.

Dengan memberi pemahaman yang terus menerus kepada pemilik depot air minum isi ulang maupun orang yang akan terjun di bisnis ini diharapkan dalam 5 tahun ke depan hasil produksi depot air minum isi ulang di Indonesia akan semakin berkualitas dan terbebas dari isu isu negatif. Semoga......


Lebih lanjut mengenai SNI dapat dilihat di www.bsn.go.id







Baca juga
16 Juli 2016
Keuntungan Buka Usaha Air isi Ulang Saat Belum Ada Pesaing
Apa saja keuntungannya...?

9 Juni 2016
Cara Mengatur Jadwal Buka Depot Saat Ramadhan
Jadwal berbeda dari hari biasa...

18 Mei 2016
Jual Galon Kosong Baru Untuk Depot Air Isi Ulang
Galon PC dan PET isi 19 Liter

Pembayaran

Customer Services

  •  081350047073
  •  081350636999
  •  081350047073

Tentang Kami

CV. ZAMZAM
Jl. Wonosari RT 24 N0. 15
Balikpapan (Kalimantan Timur)