Air tanah dan upaya mencari sumber Air baku yang baik

4 April 2010

Mencari sumber air tanah yang bersih (jernih),tidak berbau,PH standar atau dengan kata lain mencari sumber mata air yang berkualitas memang gampang gampang susah !. Tak jarang orang sudah mengeluarkan biaya pengeboran yang begitu besar namun hasil airnya tidak seperti yang diharapkan.

Disini yang dimaksud air tanah adalah air yang diambil dari dalam tanah dengan cara pengeboran (air sumur bor) ataupun penggalian (air sumur gali) dengan kedalaman tertentu.

Banyak pengunjung website ini yang menghubungi saya via telepon maupun email dan menanyakan bagaimana cara mendapatkan air tanah yang baik, dalam artian air tanah yang jernih walau didiamkan 24 jam,tidak berbau dan PH standar (antara 6,5 - 8,5).

Saya katakan bahwa bidang saya adalah penjernihan air dan bukan ahli sumur bor. Keduanya adalah berbeda walaupun bersinggungan.

Walaupun demikian saya mencoba berbagi pengalaman kepada pengunjung sekalian tentang dunia air bawah tanah karena saya sering mengikuti beberapa kawan saya yang ahli sumur bor.

Inilah hasil pengamatan saya...

1. Kondisi air tanah dipengaruhi oleh jenis lapisan tanah di areal tsb.
Walaupun di bor dengan jarak yang berdekatan dengan kedalaman yang sama, seringkali kualitas air yang keluar berbeda beda.

2. Pengeboran berjarak kurang dari 500 meter dari pantai.
Air yang dihasilkan biasanya berasa asin.

Di lokasi / kota yang berbeda, air sumur bor berasa asin padahal jarak dari pantai sejauh 5 Km. Hal ini biasanya disebabkan oleh intrusi air laut ke daratan akibat aktifitas pengeboran di darat yang berlebihan.

Air bawah tanah yang asin juga banyak ditemukan di pulau pulau kecil yang dikelilingi laut.

3. Pengeboran di bekas rawa rawa.
Biasanya menghasilkan air yang keruh,merah,berbau dan lengket di kulit /bergetah.

4. Pengeboran di dataran tinggi
Biasanya akan mendapatkan air jika kedalaman pengeboran lebih dari 150 meter. Terkadang juga tidak dapat air sama sekali.

5. Pengeboran semakin dalam hasilnya akan semakin bagus ?
Belum tentu ! Tidak ada jaminan bahwa mengebor lebih dalam hasilnya PASTI akan selalu lebis bagus.

6. Pengeboran di daerah batu bara.
Jika di bawah tanah pada titik pengeboran banyak terdapat batu bara, umumnya air yang keluar jernih, tidak berbau dan ber PH standar.

7. Pengeboran di pinggiran sungai yang keruh.
Biasanya air yang keluar juga keruh, berbau dan mengandung bakteri e-coli akibat resapan dari sungai tsb.

8. Pengeboran di pinggir parit.
Hasilnya sama seperti point 7 di atas.

9. Kedalaman pengeboran yang aman.
Hingga 150 meter. Ada yang mengatakan hingga 250 meter.
(Beberapa ahli sumur bor berbeda pendapat dengan berbagai alasan yang melatar belakangi).

10. Kedalaman minimum pengeboran.
Minimum 30 meter. Kurang dari 30 meter dikhawatirkan hanya air rembesan yang juga berpotensi mengandung bakteri e-coli yang berbahaya bagi kesehatan. Namun demikian bukan berarti kedalaman di atas 30 meter bebas bakteri e-coli !. Terkadang (walaupun jarang) bakteri e-coli juga ditemukan pada air sumur dengan kedalaman 100 meter ke atas.

Pengeboran air yang kurang dalam (dibawah 30 meter) juga beresiko terjadinya penyusutan air di saat musim kemarau. Penyusutan kedalaman biasanya antara 3 - 10 meter. Dengan terjadinya penyusutan maka debit airpun akan berkurang bahkan tidak bisa dihisap menggunakan pompa lagi.

Pertanyaan yang berhubungan :

1. Pasti dapat air atau tidak ?
Bagi ahli sumur bor berpengalaman, sebelum dilakukan pengeboran pastilah mereka berusaha mencari titik mana yang akan di bor untuk mendapatkan air. Ada yang menggunakan cara tradisional dan ada pula yang menggunakan peralatan geolistrik. Dengan alat geolistrik ini dapat dilihat posisi kedalaman air dan perkiraan debit airnya.

Yang sulit diprediksi adalah kualitas air bawah tanah yang akan di bor, apakah jernih,merah,berminyak,asin,berbau,PH rendah atau standar ?, semuanya sulit diprediksi.

2. Biaya pengeboran
Biaya pengeboran adalah berbeda beda di setiap kota dan juga ditentukan oleh kedalaman pengeboran, diameter pipa (casing) yang diinginkan, dll.

Terakhir, bagaimana jika telah mengebor tetapi ternyata airnya tidak sesuai yang diharapkan ?. Solusinya adalah dengan menggunakan alat penyaring air ataupun menggunakan bahan penjernih air.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui tentang air tanah, semoga membantu...




Baca juga
9 Juni 2016
Cara Mengatur Jadwal Buka Depot Saat Ramadhan
Jadwal berbeda dari hari biasa...

18 Mei 2016
Jual Galon Kosong Baru Untuk Depot Air Isi Ulang
Galon PC dan PET isi 19 Liter